SEJARAH DESA

Sejarah Desa

Kata “Banjar” dalam Bahasa jawa memiliki arti “Jalan”. Sedankan kata “Dawa” berarti “Panjang”. Jadi Banjardawa dapat diartikan “Jalan Panjang”, sehingga warga biasa menyebut banjardawa.

Pada jaman penjajahan Belanda Desa Banjardawa adalah salah satu desa di Kec.Taman yang mempunyai Pabrik Gula, dimana pabrik tersebut cukup besar di Wilayah Karesidenan Pekalongan.

Setelah Jepang masuk ke Indonesia sekitar tahun 1942 , pabrik gula tersebut oleh penjajah Belanda pengelolaannya diserahkan kepada penjajah Jepang .

Setelah Indonesia Merdeka tahun 1945, pabrik tersebut diserahkan kepada Negara Indonesia . Belanda mengetahui Jepang menyerah maka bangsa Belanda masuk kembali ke Indonesia dan masuk ke desa Banjardawa dengan tujuan akan merebut kembali pabrik gula tersebut, akan tetapi para tentara atau pejuang tidak ingin pabrik gula itu dikuasai kembali oleh Belanda maka dari itu dibakarlah pabrik tersebut dan dihancurkan/diratakan , kejadiannya diperkirakan sekitar tahun 1947-1948 .Bekas Pabrik gula sekarang ini sudah berdiri Sekolah Menengah pertama .

Pada tahun 1991 Ibu Kota Kec.Taman pindah ke Desa Banjardawa.

Desa Banjardawa sampai sekarang ini pernah dipimpin oleh beberapa Kepala Desa antara lain :

  1. Tahun 1930 dipimpin oleh Klowor Joyo Winoto.

  2. Tahun 1931 – 1933 dipimpin oleh Arpat Joyo Wisastro.

  3. Tahun 1933 – 1943 dipimpin oleh Sireng Sastro Wijoyo

  4. Tahun 1943 – 1947 dipimpin oleh Kenges Hadimulyo

  5. Tahun 1948 dipimpin oleh Kasmari

  6. Tahun 1949 – 1955 dipimpin oleh Kenges Hadimulyo

  7. Tahun 1955 – 1958 dipimpin oleh Rasid Kasiwan

  8. Tahun 1958 – 1965 dipimpin oleh Suharto

  9. Tahun 1966 – 1987 dipimpin oleh Kastani

  1. Tahun 1988 – 2006 dipimpin oleh Harnoso Eko Saputro ( dua Periode )

  2. Tahun 2006 – 2012 dipimpin oleh Herlambang Susilo Aji.SH.

  3. Tahun 2012 sampai dengan sekarang dipimpin oleh Bapak Kasmai.